Google Search Console Kini Bisa Tracking Instagram, TikTok, X & YouTube

Selama bertahun-tahun, Google Search Console identik dengan website: memantau keyword, klik, impresi, CTR, indexasi, hingga masalah teknis SEO. Namun, pada Juli 2026 Google memperluas perannya melalui fitur baru bernama Platform Properties.

Fitur ini memungkinkan kreator, brand, publisher, dan tim digital marketing melihat bagaimana konten Instagram, TikTok, X, dan YouTube ditemukan pengguna melalui ekosistem Google. Bukan hanya Google Search, tetapi juga Google Discover dan Google News apabila konten Anda memang memperoleh traffic dari kanal tersebut.

Catatan penting: Platform Properties bukan pengganti Instagram Insights, TikTok Analytics, YouTube Studio, atau X Analytics. Google Search Console hanya melaporkan performa konten sosial Anda ketika konten tersebut muncul dan dikunjungi melalui produk Google.

Perubahan ini sangat relevan bagi bisnis yang selama ini mengandalkan video pendek, konten edukasi, review produk, konten travel, tutorial, atau personal branding. Kini, social content tidak lagi hanya dinilai dari reach di aplikasi asalnya. Konten tersebut juga dapat dianalisis sebagai aset visibilitas organik di Google.

Dalam panduan ini, kita akan membahas fungsi fitur baru Google Search Console tracking sosial media, cara setup, metrik yang tersedia, batasan data, cara membaca laporan, hingga strategi mengubah data menjadi peluang traffic, leads, dan penjualan.

Apa Itu Platform Properties di Google Search Console?

Platform Properties adalah tipe properti baru di Google Search Console yang dirancang untuk membantu kreator dan publisher memantau performa konten mereka pada platform sosial dan video ketika ditemukan melalui Google.

Google secara resmi mendukung empat platform pada tahap awal peluncuran:

  • Instagram
  • TikTok
  • X
  • YouTube

Setiap akun atau channel ditambahkan sebagai properti terpisah. Artinya, apabila sebuah brand memiliki dua akun Instagram, satu channel YouTube, dan satu akun TikTok, maka masing-masing perlu ditambahkan dan diverifikasi satu per satu.

Konsepnya mirip seperti properti domain atau URL-prefix pada Search Console untuk website, tetapi sumber kontennya adalah akun sosial yang Anda hubungkan melalui proses otorisasi aman. Google menyatakan bahwa fitur ini diluncurkan secara bertahap, sehingga menu tersebut mungkin belum terlihat di seluruh akun Search Console pada waktu yang sama.

Menu Platform Properties Google Search Console untuk Instagram TikTok X dan YouTube
Contoh menu penambahan Platform Properties di Google Search Console. Ganti URL gambar ini dengan file screenshot yang telah diunggah ke Media Library WordPress.

Kenapa Fitur Ini Penting untuk SEO?

Perilaku pencarian pengguna sudah berubah. Orang tidak selalu mencari informasi hanya melalui artikel blog. Banyak pengguna mencari rekomendasi produk, tutorial, pengalaman destinasi, review, before-after, atau jawaban praktis melalui video YouTube, video pendek TikTok, hingga posting Instagram yang akhirnya muncul di hasil Google.

Dengan Platform Properties, marketer dapat menjawab pertanyaan yang sebelumnya sulit dijawab secara rapi: keyword apa yang membawa orang dari Google menuju video atau akun sosial saya? Data ini membuka hubungan yang lebih jelas antara SEO, strategi short-form video, dan distribusi konten lintas kanal.

Konten sosial bukan lagi sekadar alat engagement di platform. Saat terindeks dan tampil di Google, ia menjadi aset discovery organik.

Tren SEO Terbaru – Search Semakin Multiformat

SEO modern tidak cukup hanya mengejar ranking artikel. Google semakin menampilkan format konten yang beragam sesuai kebutuhan pengguna, termasuk video, gambar, hasil sosial, dan konten berbasis pengalaman langsung. Bagi brand, peluangnya bukan sekadar “muncul di halaman pertama”, melainkan hadir dalam format yang paling tepat untuk intent pencarian.

Contohnya, seseorang yang mencari “review hotel keluarga di Jogja” mungkin lebih tertarik pada video room tour YouTube atau TikTok daripada artikel panjang. Sebaliknya, pengguna yang mencari “harga jasa SEO” kemungkinan membutuhkan landing page atau artikel layanan yang lengkap. Karena itu, strategi konten yang kuat menghubungkan video sosial dengan halaman website yang menjadi pusat konversi.

Jika website Anda belum disiapkan untuk mengubah traffic organik menjadi prospek, pertimbangkan membangun fondasi melalui jasa pembuatan website profesional atau membuat halaman kampanye khusus melalui jasa pembuatan landing page.

Perbedaan Platform Properties dan Analytics Sosial Media

Kesalahan paling umum adalah menganggap Platform Properties akan menampilkan views, likes, followers, watch time, atau engagement di dalam aplikasi sosial media. Faktanya, tidak demikian.

AspekPlatform Properties Search ConsoleAnalytics Platform Sosial
Sumber trafficGoogle Search, Discover, dan Google News jika tersediaTraffic dan interaksi di dalam platform
Fokus utamaDiscovery organik dari GoogleReach, engagement, followers, retention, dan performa native
Metrik utamaKlik, impresi, CTR, posisi rata-rata, query, kontenViews, likes, shares, comments, watch time, audience insights
Keyword GoogleTersedia melalui laporan PerformaUmumnya tidak tersedia
Fungsi bisnisMenghubungkan strategi SEO dan konten sosialMengoptimalkan distribusi serta engagement di platform
Gunakan dua sumber data ini secara berdampingan, bukan saling menggantikan.

Misalnya, video TikTok Anda memperoleh 100.000 views dari FYP. Angka itu tidak otomatis terlihat di Search Console. Namun, bila video tersebut muncul di Google dan mendapatkan 500 klik dari pencarian, maka klik dan impresi dari Google itulah yang akan tercatat dalam Platform Properties.

Platform yang Didukung Google Search Console

Pada peluncuran awal, Google menyediakan dukungan untuk Instagram, TikTok, X, dan YouTube. Masing-masing akun perlu disambungkan sebagai properti individual agar data tetap terpisah dan mudah dianalisis.

Instagram

Untuk Instagram, Platform Properties dapat membantu melihat apakah posting, profil, atau konten Anda ditemukan lewat Google. Google memberi contoh bahwa Instagram Story yang muncul di hasil pencarian dihitung sebagai impresi; ketika pengguna mengkliknya dari hasil tersebut, interaksi itu dihitung sebagai klik.

TikTok

TikTok sangat relevan untuk konten yang menjawab pertanyaan cepat, review, tutorial singkat, rekomendasi lokal, dan visual proof. Dengan laporan query di Search Console, Anda dapat menemukan topik mana yang bukan hanya viral di aplikasi, tetapi juga benar-benar dicari pengguna Google.

X

Untuk X, fitur ini berpotensi berguna pada konten real-time seperti opini industri, update acara, pengumuman brand, dan diskusi topik yang sedang berkembang. Namun, jangan mengandalkan tren sesaat sebagai satu-satunya strategi; tetap bangun konten evergreen di website dan kanal video.

YouTube

YouTube memiliki peluang besar dalam hasil pencarian karena format video sangat sesuai untuk intent tutorial, review, demonstrasi produk, edukasi, dan perbandingan. Google menjelaskan bahwa video yang muncul di Search atau Discover dihitung sebagai impresi, sedangkan klik tetap tercatat walau video dibuka melalui viewer Google.

Cara Menambahkan Akun Sosial ke Search Console

Proses setup Platform Properties relatif sederhana. Namun, Anda harus memiliki akses yang cukup terhadap akun sosial yang akan dihubungkan agar proses verifikasi atau otorisasi dapat diselesaikan.

  • Masuk ke akun Google Search Console Anda.
  • Buka dropdown pemilih properti di sidebar kiri.
  • Klik Tambahkan properti.
  • Pilih jenis properti platform yang tersedia.
  • Klik Tambahkan di samping Instagram, TikTok, X, atau YouTube.
  • Ikuti proses otorisasi dan verifikasi kepemilikan yang tampil di layar.
  • Setelah muncul konfirmasi, klik Buka properti.
  • Tunggu beberapa hari sampai Google mengumpulkan dan memproses data laporan.
Checklist sebelum menghubungkan akun

Apabila Anda memiliki banyak akun brand atau menangani akun klien, dokumentasi akses sangat penting. Struktur pengelolaan yang rapi akan memudahkan audit SEO, pelaporan bulanan, dan pembagian tanggung jawab antara tim konten, ads, dan website.

Jika Menu Platform Properties Belum Ada

Jangan buru-buru menganggap akun Anda bermasalah. Google menyatakan bahwa ketersediaan Platform Properties dilakukan secara bertahap dalam beberapa minggu. Pastikan Anda menggunakan akun Search Console yang benar, lalu periksa kembali secara berkala melalui menu tambah properti.

Sambil menunggu akses, tetap optimalkan fondasi konten: profil akun yang jelas, caption yang kontekstual, video dengan topik spesifik, judul yang menjawab intent, serta halaman website yang relevan untuk menampung traffic dan konversi.

Laporan yang Tersedia

Setelah properti aktif dan data tersedia, Google menyediakan tiga area laporan utama: Performance, Insights, dan Achievements. Ketiganya membantu Anda melihat angka detail, tren, serta milestone pertumbuhan.

1. Performance Report

Laporan Performa adalah pusat analisis untuk melihat total klik, impresi, CTR rata-rata, dan posisi rata-rata. Anda dapat memfilter dan mengurutkan data untuk mengetahui query mana serta posting mana yang menghasilkan traffic terbesar dari Google.

  • Klik: jumlah kunjungan ke konten sosial Anda dari hasil Google.
  • Impresi: jumlah kemunculan konten Anda pada hasil Google yang memenuhi definisi impresi Google.
  • CTR: persentase impresi yang menghasilkan klik.
  • Posisi rata-rata: rata-rata posisi tertinggi konten Anda pada hasil pencarian terkait.
  • Query: kata kunci yang digunakan audiens sebelum menemukan konten Anda.
  • Konten atau halaman: posting atau video spesifik yang memperoleh exposure.
CTR = (Jumlah Klik / Jumlah Impresi) x 100%

Contoh sederhana: sebuah video YouTube mendapat 150 klik dari 5.000 impresi di Google Search. Maka CTR-nya adalah 3%. Jika posisi rata-rata sudah bagus tetapi CTR rendah, evaluasi judul video, thumbnail, relevansi topik, dan daya tarik hasil pencarian.

2. Insights Report

Laporan Insights menampilkan gambaran ringkas tentang tren traffic terbaru, konten berperforma terbaik, dan bagaimana audiens menemukan akun atau konten Anda melalui Google. Ini cocok untuk monitoring cepat sebelum masuk ke analisis detail di laporan Performa.

Ada satu detail penting yang perlu dipahami. Kartu ringkasan teratas pada Insights dapat mencakup semua klik menuju properti Anda dari Google, termasuk web, gambar, video, dan berita. Sementara itu, daftar rinci di bawahnya berfokus khusus pada traffic hasil penelusuran web. Karena dasar pelaporannya berbeda, angka pada kartu tertentu bisa tidak sama dengan angka ringkasan utama.

3. Achievements

Bagian Achievements berfungsi untuk melacak pertumbuhan dan pencapaian berbasis klik, misalnya ketika konten Anda mencapai ambang total klik tertentu dari Google Search dalam 28 hari terakhir. Fitur ini tidak menggantikan analisis mendalam, tetapi cukup berguna untuk memantau momentum dan membangun kebiasaan evaluasi rutin.

Memahami Algoritma dan Cara Data Dilaporkan

Tidak ada “algoritma sosial media baru” yang dijalankan oleh Platform Properties. Fitur ini pada dasarnya adalah sistem pelaporan Search Console untuk mencatat bagaimana konten dari platform sosial tampil dan diklik melalui produk Google.

Dengan kata lain, fitur ini tidak membuat konten Instagram, TikTok, X, atau YouTube otomatis naik peringkat. Yang menentukan kemunculan konten tetap sistem Google Search dan produk Google lain yang menilai kecocokan konten dengan query, kualitas, konteks, format, serta berbagai sinyal relevansi lainnya.

Cara Membaca Impresi dan Klik

Jika konten sosial Anda muncul di hasil Google, Google dapat menghitungnya sebagai impresi. Jika pengguna kemudian membuka atau mengklik konten tersebut dari hasil Google, tindakan tersebut dapat dihitung sebagai klik di Search Console.

Pada video, klik tetap dihitung bahkan apabila video dibuka dalam viewer Google. Ini penting karena perjalanan pengguna tidak selalu langsung membawa mereka keluar ke aplikasi atau halaman browser eksternal seperti pola klik website biasa.

Yang Tidak Bisa Dilihat

Agar tidak salah interpretasi, pahami batasan berikut:

  • Anda tidak dapat melihat total views native dari TikTok, Instagram, YouTube, atau X.
  • Anda tidak dapat melihat likes, share, komentar, followers, atau watch time dari aplikasi sosial.
  • Anda tidak dapat menggabungkan semua akun menjadi satu properti tunggal secara otomatis.
  • Data tidak selalu muncul pada hari pertama karena proses pengumpulan dan pemrosesan membutuhkan beberapa hari.
  • Laporan Discover dan Google News hanya tampil bila properti Anda memang menerima traffic dari kanal tersebut.
  • Data baru bersifat parsial pada properti yang baru ditambahkan karena Google mulai mengumpulkan data setelah setup selesai.

Insight praktis: jangan membandingkan angka klik Search Console dengan total view TikTok atau total play YouTube secara langsung. Keduanya mengukur perilaku dan sumber traffic yang berbeda.

Cara Menggunakan Data untuk Strategi Konten

Nilai terbesar Platform Properties bukan hanya pada dashboard baru, melainkan pada keputusan yang dapat Anda buat setelah membaca datanya. Data query dan konten terbaik dapat digunakan untuk memperbaiki prioritas konten, memperkuat halaman website, dan membangun topical authority.

Temukan Keyword yang Sudah Memiliki Demand

Mulailah dari laporan query. Cari kata kunci yang menghasilkan impresi tinggi tetapi CTR rendah, atau keyword yang sudah mendatangkan klik secara konsisten ke konten sosial Anda. Itu adalah sinyal bahwa audiens Google memang mencari topik tersebut.

Misalnya, sebuah akun travel menemukan query “itinerary Jogja 3 hari 2 malam” mulai membawa klik ke video TikTok. Temuan tersebut dapat dikembangkan menjadi beberapa aset sekaligus:

  • Video TikTok versi singkat dengan hook yang lebih spesifik.
  • Video YouTube berdurasi panjang yang membahas rute, budget, dan rekomendasi tempat.
  • Artikel panduan itinerary di website.
  • Landing page paket wisata atau formulir konsultasi jika bisnis Anda menjual layanan perjalanan.
  • Konten Instagram carousel yang merangkum itinerary dalam format mudah disimpan.

Strategi seperti ini membuat satu riset keyword menghasilkan ekosistem konten, bukan satu posting yang habis setelah engagement awal turun.

Gunakan Konten Sosial sebagai Radar Topik

Website biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk membangun ranking. Di sisi lain, konten sosial dapat diproduksi dan diuji lebih cepat. Ketika sebuah video mulai mendapatkan impresi serta klik Google, itu bisa menjadi validasi awal bahwa topik tersebut layak dikembangkan menjadi konten evergreen di website.

Inilah alasan SEO dan social media seharusnya tidak dikelola sebagai dua silo terpisah. Tim konten sosial bisa menguji angle, sementara tim SEO memperluas topik yang terbukti memiliki permintaan pencarian ke dalam artikel, cluster konten, FAQ, dan halaman layanan.

Identifikasi Konten dengan CTR Rendah

Konten dengan impresi tinggi tetapi CTR rendah sering menunjukkan bahwa Google sudah memberi exposure, tetapi judul, thumbnail, atau kecocokan janji konten belum cukup kuat untuk mengundang klik.

Beberapa optimasi yang bisa diuji:

  • Gunakan judul yang menyebut manfaat atau hasil yang lebih jelas.
  • Masukkan istilah utama yang benar-benar dicari pengguna secara natural.
  • Perbaiki thumbnail agar mudah dipahami dalam ukuran kecil.
  • Tambahkan konteks lokasi, target audiens, atau masalah spesifik.
  • Pastikan isi video atau posting benar-benar memenuhi janji pada judul.
  • Perbarui caption dan tautkan ke halaman website relevan bila platform memungkinkan.

Framework Praktis: Social Search to Website Conversion

Agar traffic dari sosial media dan Google tidak berhenti pada view atau klik sesaat, gunakan alur sederhana berikut:

  • Temukan demand: lihat query dan konten sosial dengan impresi atau klik yang bertumbuh.
  • Validasi intent: tentukan apakah pengguna ingin informasi, perbandingan, rekomendasi, atau membeli layanan.
  • Buat aset utama: produksi artikel pillar atau landing page yang menjawab kebutuhan secara lengkap.
  • Distribusikan format turunan: jadikan isi artikel sebagai video YouTube, TikTok, Instagram Reels, carousel, dan posting X.
  • Hubungkan jalur konversi: arahkan audiens ke halaman yang tepat, bukan hanya ke homepage.
  • Ukur dan optimalkan: bandingkan query, CTR, klik, leads, dan performa halaman tujuan.

Untuk bisnis jasa, pendekatan ini sangat efektif. Konten sosial dapat menarik perhatian di tahap awal, artikel membangun kepercayaan melalui edukasi, dan landing page membantu pengguna mengambil tindakan seperti mengisi formulir atau menghubungi tim.

Apabila Anda ingin menyatukan SEO, content marketing, iklan, dan optimasi funnel dalam satu strategi, layanan digital marketing profesional dapat menjadi titik awal yang lebih terarah.

Contoh Penerapan untuk Bisnis

Contoh 1: Jasa SEO

Sebuah agency membuat video pendek dengan topik “Kenapa website sudah bagus tetapi traffic tidak naik?” Setelah beberapa minggu, laporan Platform Properties menunjukkan query seperti “cara meningkatkan traffic website” dan “jasa SEO untuk bisnis kecil” mulai menghasilkan impresi dari Google.

Langkah berikutnya bukan hanya membuat lebih banyak video. Agency dapat membuat artikel panduan lengkap, case study, dan halaman layanan yang menjawab intent komersial secara lebih mendalam. Untuk audiens yang sudah mencari solusi, tautkan secara natural ke halaman jasa SEO terpercaya.

Contoh 2: Bisnis Kuliner Lokal

Restoran membuat video TikTok tentang menu andalan dan lokasi. Dari Platform Properties, tim menemukan bahwa pencarian “tempat makan keluarga di Godean” mulai memunculkan konten mereka. Ini adalah sinyal kuat untuk memperbarui Google Business Profile, membuat halaman lokasi di website, menambahkan menu, serta membuat artikel rekomendasi kuliner lokal yang bermanfaat.

Contoh 3: Brand Skincare

Brand skincare melihat konten Instagram tentang cara layering skincare memperoleh klik dari query edukatif. Tim dapat membuat cluster konten seperti “urutan skincare pagi”, “cara memilih sunscreen”, dan “perbedaan serum serta moisturizer”, lalu menyambungkannya ke halaman produk yang relevan tanpa memaksa pembaca membeli.

Dashboard Monitoring Bulanan yang Disarankan

Agar data tidak hanya menjadi laporan yang dibuka sekali, buat review bulanan sederhana. Tujuannya bukan mengejar semua angka, tetapi menemukan keputusan prioritas yang dapat dieksekusi pada bulan berikutnya.

Area AuditPertanyaan UtamaTindakan Lanjutan
KlikKonten mana yang paling banyak membawa kunjungan dari Google?Replikasi format dan topik yang terbukti efektif.
ImpresiTopik mana yang sering muncul tetapi belum banyak diklik?Optimalkan judul, thumbnail, dan relevansi konten.
CTRKonten mana yang tampil tinggi tetapi kurang menarik diklik?Uji packaging dan kejelasan value proposition.
QueryKeyword baru apa yang mulai muncul?Buat artikel, video, atau landing page pendukung.
Konten terbaikFormat apa yang paling kuat untuk discovery Google?Susun content cluster dan kalender produksi.
KonversiApakah traffic diarahkan ke halaman yang tepat?Perbaiki CTA, internal link, dan landing page.

Untuk pengukuran yang lebih akurat, gabungkan data Platform Properties dengan Google Analytics, data leads, CRM, performa halaman landing page, dan analytics native dari masing-masing sosial media. Dengan cara ini, Anda dapat membedakan konten yang ramai dari konten yang benar-benar menghasilkan bisnis.

Kesalahan yang Perlu Dihindari

  • Menganggap fitur ini sebagai social media analytics penuh. Platform Properties fokus pada traffic dari Google, bukan metrik native di aplikasi.
  • Terlalu cepat menyimpulkan data. Properti baru memerlukan beberapa hari untuk mengumpulkan data dan awalnya dapat menampilkan data parsial.
  • Mengabaikan intent keyword. Banyak impresi tidak selalu berarti peluang konversi bila query tidak relevan dengan layanan atau produk.
  • Mengejar semua topik. Prioritaskan query yang berhubungan langsung dengan niche, produk, atau jasa Anda.
  • Tidak menyiapkan halaman tujuan. Konten sosial yang bagus tetap membutuhkan website atau landing page yang cepat, informatif, dan meyakinkan.
  • Mengabaikan keamanan akses. Karena koneksi diperiksa secara berkala, akses dapat dijeda bila login eksternal kedaluwarsa dan perlu diverifikasi ulang.

FAQ Google Search Console Tracking Sosial Media

Apakah Google Search Console sekarang bisa tracking Instagram?

Ya. Melalui Platform Properties, Google Search Console mendukung Instagram untuk memantau bagaimana konten Instagram ditemukan melalui Google. Data yang terlihat berfokus pada performa dari Google Search dan kanal Google terkait, bukan seluruh analytics Instagram.

Platform apa saja yang didukung?

Pada tahap awal, platform yang didukung adalah Instagram, TikTok, X, dan YouTube. Setiap akun atau channel perlu ditambahkan sebagai properti tersendiri di Search Console.

Apakah data views TikTok dan Instagram muncul di Search Console?

Tidak. Search Console tidak melaporkan views, likes, komentar, followers, atau watch time native. Laporan hanya menampilkan performa konten ketika ditemukan melalui Google, seperti klik, impresi, CTR, posisi rata-rata, query, dan konten teratas.

Berapa lama data muncul setelah akun dihubungkan?

Google menyebut data memerlukan beberapa hari untuk dikumpulkan dan diproses setelah penyiapan. Pada properti baru, data awal bisa bersifat parsial karena grafik hanya memuat periode sejak pengumpulan dimulai.

Apakah fitur ini tersedia untuk semua akun Search Console?

Belum tentu. Google meluncurkan Platform Properties secara bertahap. Jika belum menemukan pilihan Instagram, TikTok, X, atau YouTube saat menambahkan properti, periksa kembali secara berkala.

Apakah Platform Properties bisa meningkatkan ranking konten sosial saya?

Tidak secara langsung. Fitur ini adalah alat pelaporan, bukan tombol untuk menaikkan ranking. Namun, data query, CTR, dan konten terbaik dapat membantu Anda mengoptimalkan strategi konten sehingga peluang tampil dan diklik di Google menjadi lebih baik.

Apakah saya tetap membutuhkan website jika sudah punya TikTok atau Instagram?

Untuk membangun aset bisnis jangka panjang, website tetap penting. Sosial media sangat baik untuk discovery dan engagement, sedangkan website memberi Anda kontrol lebih besar atas informasi, SEO, data, lead capture, katalog layanan, dan pengalaman konversi.

Kesimpulan

Platform Properties membuat Google Search Console lebih relevan untuk strategi pemasaran modern. Kini, brand dan kreator dapat melihat bagaimana Instagram, TikTok, X, dan YouTube mereka ditemukan melalui Google, lalu memakai data tersebut untuk memperbaiki konten, menemukan keyword potensial, dan membangun jalur menuju website atau landing page.

Gunakan fitur ini sebagai jembatan antara SEO dan social media. Jangan berhenti pada angka klik atau impresi; ubah data tersebut menjadi content cluster, artikel evergreen, video yang lebih relevan, halaman layanan yang kuat, serta proses konversi yang terukur.

Butuh Strategi SEO dan Konten yang Terhubung?

Jika Anda ingin mengubah data Search Console, konten sosial, dan website menjadi sistem marketing yang lebih terukur, tim Digital Kreatif dapat membantu menyusun arah SEO, content strategy, landing page, hingga optimasi konversi sesuai kebutuhan bisnis Anda.

Anda juga dapat melihat beberapa studi kasus Digital Kreatif untuk memahami pendekatan yang digunakan, atau langsung hubungi tim Digital Kreatif untuk mendiskusikan kebutuhan website, SEO, dan digital marketing bisnis Anda.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   8   =  

  • Layanan
  • Siapa Kami
  • Portfolio
  • Blog
  • Kontak
Butuh bantuan apa kak?
Kak Fitri
Biasanya membalas dalam beberapa menit